Main Proyek di Balik Seragam: Satu PNS Di KSB Kuasi Anggaran Rp2 Miliar

Sumbawa Barat–Di balik seragam khaki yang mereka kenakan setiap hari, puluhan oknum PNS dan PPPK di Kabupaten Sumbawa Barat diduga aktif mengerjakan proyek pemerintah. Praktik ini berlangsung jauh dari sentuhan dan radar aparat penegak hukum di daerah.
Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik NTB, Muhammad Maulana, dalam keterangan persnya, Minggu (13/9/2026), mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Menurutnya, ada satu orang Pegawai Negeri di lingkup Pemda Sumbawa Barat yang menguasai anggaran proyek hingga Rp2 miliar.
“Anggaran itu dipecah menjadi beberapa paket dengan nilai Rp100 juta sampai Rp200 juta, lalu dititipkan di sejumlah SKPD lingkup Pemda Sumbawa Barat,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, tahun kemarin saja satu orang PNS dengan koneksinya mampu menguasai 11 hingga 15 paket proyek. Belum lagi praktik di balik jubah khaki, di mana sebagian dari mereka terkadang ikut memenangkan tender proyek.
Pengakuan senada datang dari seorang Kepala Bidang di lingkup SKPD yang enggan namanya dipublikasikan. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia mengakui bahwa paket proyek didapat berdasarkan koneksi dengan memberikan uang pelicin sebesar 10 persen.
“Kami dapat paket karena koneksi, dengan memberikan uang pelicin 10 persen,” katanya.
Maulana kemudian melempar pertanyaan yang lebih tajam. Jika satu orang saja sudah mampu menguasai anggaran sebesar itu, bagaimana dengan kelompok RDC, WR, PD, HS, SD, IWS, HR, FB, ER, dan nama-nama lainnya? Belum lagi kepala dinas yang diduga ikut serta menjual paket proyek.
“Tentu anggaran APBD Kabupaten Sumbawa Barat bocor,” tegasnya.
Praktik yang diduga sudah berlangsung sistematis ini tidak hanya merugikan keuangan daerah. Ia juga meminggirkan kontraktor murni, merusak integritas birokrasi, dan membuat masyarakat semakin kehilangan kepercayaan. Sementara aparat penegak hukum di tingkat lokal masih tampak jauh dari pusaran kasus ini.
Publik kini menunggu. Apakah praktik yang sembunyi di balik seragam khaki ini akan terus dibiarkan, atau akhirnya disentuh secara serius sebelum kebocoran APBD semakin parah.Cad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *