Gubernur NTB Lantik 392 Pejabat Administrator & Pengawas

Kontrasntb.com, Mataram-Gubernur NTB melantik dan mengambil sumpah jabatan 392 pejabat eselon III dan IV lingkup Pemprov NTB di Ruang Rapat Tambora, Gedung Kantor Gubernur, Jumat sore (20/2). Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 147 orang merupakan pejabat Eselon III dan 245 lainnya Eselon IV yang tersebar di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB. Gubernur Iqbal memastikan bahwa hampir seluruh posisi yang sebelumnya kosong akibat penerapan SOTK pada Januari 2026 kini telah terisi.
“Alhamdulillah sudah kita lakukan pelantikan dan pengambilan sumpah 392 orang pejabat eselon III dan IV,” ungkap Gubernur Lalu Muhamad Iqbal usai pelantikan. Gubernur menegaskan jika sebelumnya roda pemerintahan sempat berjalan tidak maksimal karena banyak jabatan belum terisi. Namun dengan pelantikan ini, pemerintah daerah diharapkan kembali berjalan penuh. “Kemarin kita agak pincang karena pejabat eselon III dan IV sebagian besar belum terisi. Sekarang alhamdulillah sudah terisi,” ujarnya.
Gubernur juga meminta maaf atas proses pengisian jabatan yang memakan waktu cukup lama. Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menyampaikan jika keterlambatan tersebut murni karena jumlah pejabat yang harus disesuaikan sangat banyak serta adanya proses administratif di tingkat pusat maupun provinsi. “Saya mohon maaf bahwa prosesnya agak berlarut-larut, baik karena proses di pusat maupun proses di provinsi, dan saya berusaha menetapkan hari ini untuk pelatihkan,” pintanya.
Perombakan besar ini tidak hanya menghadirkan pelantikan. Tetapi juga membawa konsekuensi serius bagi sebagian pejabat. Perampingan organisasi membuat sejumlah pejabat kehilangan jabatan strukturalnya. Sebagai birokrat berpengalaman selama 29 tahun, Gubernur menegaskan bahwa mutasi dan rotasi adalah hal wajar dalam dunia birokrasi dan bagian dari perjalanan seorang ASN. Hanya saja dampaknya nyata. Sebagian pejabat yang sebelumnya memegang jabatan kini harus kembali menjadi staf biasa. Maka dari itu mereka didorong untuk beralih ke jabatan fungsional. “Kita dorong untuk fungsional. Karena itu harapan saya bahwa apa yang kita lakukan pada hari ini dilakukan dengan tenang dan biasa-biasa saja. Karena pada akhirnya kita akan melewati situasi ini, lebih fokus pada sumpah dan janji yang saudara-saudara tadi sudah ambil dan siap lakukan,” katanya. Menurut Gubernur, perampingan organisasi memang mengharuskan perubahan besar dalam struktur jabatan.
“Sehingga konsekuensinya juga banyak pejabat III yang semula menjabat tidak lagi menjabat III, yang semula menjabat IV tidak lagi menjabat IV. Ini pasti akan terjadi seiring dengan perampingan. Dan perampingan ini adalah arah yang disarankan oleh pemerintah pusat,” tegasnya. Gubernur menyadari bahwa susunan pejabat yang dilantik tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Bahkan ia mengakui mungkin dirinya sendiri belum sepenuhnya puas. Namun ia menegaskan, komposisi yang terbentuk adalah yang terbaik saat ini. Menurutnya, jabatan eselon III merupakan posisi paling strategis dalam birokrasi karena berperan sebagai pengambil keputusan. Sementara eselon II bersifat manajerial, dan eselon IV bertanggung jawab merumuskan serta mengeksekusi kebijakan(Gab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *