Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengakui bahwa mesin birokrasi di daerahnya tidak mampu menyatukan persepsi pimpinan. Akibatnya, ide-ide besar yang dicoba dibangun gagal diimplementasikan di tingkat eksekusi dan hanya menjadi narasi kosong.
Pernyataan tersebut disampaikan H. Amar di sela pembukaan Konferensi Cabang (Kompercab) PWI ke-3 di Ruang Sidang II Setda, Kamis (20/8/2026).
“Pembangunan ini bukan urusan satu pihak. Kita sering kali gagal bukan karena konsep di atasnya lemah, tetapi karena kita tidak mampu menyatukan persepsi dan menyebarluaskan konstruksi berpikir tersebut. Akibatnya, program yang menyentuh rakyat langsung pun terasa tak mampu ‘dijual’ secara luas,” ujarnya.
Pengakuan ini dinilai relevan dengan sejumlah persoalan yang sedang mencuat di Kabupaten Sumbawa Barat. Ide prestisius Wisata Kerakyatan, yang digagas langsung oleh Bupati, justru mandek di tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pariwisata. Sementara itu, maraknya dugaan PNS dan PPPK yang bermain proyek pemerintah semakin memperlihatkan birokrasi yang lupa arah pelayanan dan pembangunan masyarakat.
Alih-alih menyatukan persepsi untuk menjalankan program yang menyentuh rakyat, mesin birokrasi justru dinilai sibuk dengan praktik penguasaan proyek dan pinjam bendera. Akibatnya, ide-ide besar yang dilontarkan di atas panggung hanya berhenti sebagai retorika.
Pengakuan Bupati ini semakin mempertanyakan sejauh mana komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam membersihkan birokrasi dan memastikan program strategis benar-benar sampai ke masyarakat, bukan sekadar menjadi narasi di podium.Cad
