Bisnis APBD Menggurita: RDC, PPPK Sumbawa Barat, Mencengkram SKPD

Sumbawa Barat- Di kompleks pemerintahan Kemutar Telu Center, Kabupaten Sumbawa Barat dan maayarakat luas, nama RDC kini menjadi sorotan yang sulit diabaikan.

Pegawai PPPK yang memulai kariernya sebagai tenaga sukarela di Dinas PUPR dan Dinas Permukiman ini diduga telah mencengkram sejumlah SKPD strategis. Tanpa kendala dan tanpa halangan berarti, ia disebut menguasai lapangan serta memainkan peran penting dalam aliran proyek APBD.

Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik NTB, Muhammad Maulana, menyampaikan keterangan persnya pada Jumat (28/8/2026). Menurutnya, praktik ini jauh lebih luas dari satu individu.

“Tidak hanya RDC. Nama-nama beken lainnya yang berstatus sebagai sopir dan ajudan Bupati, serta lebih dari 20 nama lain, juga ikut ambil bagian menggasak APBD Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Maulana.

Yang lebih mencolok adalah sikap diam para pejabat yang seharusnya menjadi pembina. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, MM., dan Kepala Dinas Permukiman hingga detik ini sama sekali belum mengambil langkah tegas. Keduanya diam seribu bahasa.
Pembiaran ini menimbulkan pertanyaan serius. Bagaimana mungkin seorang PPPK yang berangkat dari tenaga sukarela mampu menguasai lahan proyek di SKPD strategis tanpa ada hambatan? Apakah kedekatan dengan lingkaran kekuasaan menjadi jaminan kebal terhadap pengawasan internal?

Praktik yang diduga melibatkan RDC dan puluhan nama lainnya tidak hanya merugikan keuangan daerah. Ia juga merusak iklim persaingan usaha, meminggirkan kontraktor lokal, serta menggerogoti integritas birokrasi. Ketika aparatur yang seharusnya menjadi pelayan publik justru menjadi pemain utama dalam pengadaan, maka sistem tata kelola pemerintahan berada dalam ancaman nyata.

Maulana mendesak agar pejabat pembina kepegawaian segera mengambil tindakan. Diamnya Sekda dan Kepala Dinas Permukiman, menurutnya, semakin memperkuat dugaan bahwa praktik ini berjalan di bawah “karpet merah”.
Publik menunggu. Apakah pembiaran ini akan terus berlanjut, atau akhirnya ada keberanian untuk memotong akar masalah yang sudah menggurita di kompleks Kemutar Telu Center.Cad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *