Menteri Hukum RI Resmi Buka Kongres XIII HIKMAHBUDHI di Kabupaten Lombok Utara.

Tanjung – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda berskala nasional. Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., secara resmi membuka Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (30/7/2026).

 

Acara pembukaan kongres nasional mengusung tema “Bakti HIKMAHBUDHI untuk Ibu Pertiwi”. Kehadiran Menteri Hukum RI di bumi Tioq Tata Tunaq disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Menteri Supratman didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., serta Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T.

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB I Gusti Putu Milawati, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP., Wakapolda NTB, Wakapolres Lombok Utara, Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI Candra Aditya Nugraha, serta ratusan delegasi mahasiswa Buddhis dari berbagai cabang HIKMAHBUDHI se-Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi penyelenggaraan kongres merupakan cerminan tingginya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, NTB, khususnya Lombok Utara, menjadi contoh harmonisasi kehidupan antarumat beragama yang telah terbangun sejak lama.

 

“Pemilihan Lombok Utara sebagai lokasi Kongres XIII HIKMAHBUDHI merupakan pilihan yang sangat tepat. Daerah ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang hidup rukun dalam keberagaman. Di NTB terdapat Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen yang tumbuh berdampingan. Kita tidak pernah memandang perbedaan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” ungkapnya.

 

Masyarakat Sasak di Pulau Lombok memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai toleransi. Masyarakat Sasak tidak hanya beragama Islam, tetapi juga terdapat komunitas Sasak yang memeluk agama Hindu maupun Buddha yang telah hidup berdampingan selama berabad-abad, terutama di wilayah Lombok Utara.

 

“Saya bangga HIKMAHBUDHI memilih NTB sebagai tempat penyelenggaraan Kongres. Ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun kehidupan antarumat beragama yang setara, damai, dan saling menghormati terus terjaga hingga hari ini,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, mengajak seluruh mahasiswa untuk terus memperkuat kolaborasi lintas organisasi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi.

 

“Kejarlah ilmu setinggi-tingginya, tetapi entrepreneurship harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Negara-negara maju pun mulai kembali memperkuat sektor pertanian. Karena itu, mari kita dukung pembangunan pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan bangsa,” tegas Menteri Hukum RI.

 

Pembukaan Kongres XIII HIKMAHBUDHI ditandai dengan pemukulan Gong oleh Menteri Hukum RI sebagai simbol dimulainya pelaksanaan kongres. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI turut menyerahkan cenderamata kepada Menteri Hukum RI, Gubernur NTB, Wakil Bupati Lombok Utara, serta sejumlah tamu kehormatan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap terselenggaranya kongres nasional di Kabupaten Lombok Utara.

 

Penyelenggaraan Kongres XIII HIKMAHBUDHI di Kabupaten Lombok Utara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan toleransi, serta mempererat kolaborasi generasi muda dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, harmonis, dan berdaya saing.in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *