Jakarta — Pengusaha Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam mengajukan tawaran “murah meriah” untuk menguasai mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Menurut sumber yang mengetahui perkara ini, entitas yang dikendalikan Haji Isam menawarkan sekitar US$3 miliar (setara Rp48 triliun) secara tunai untuk membeli 62% saham perusahaan tambang batu bara milik keluarga Low Tuck Kwong.
Nilai tawaran itu mencerminkan diskon sekitar 80% dari harga pasar saat ini. Bayan Resources sendiri memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$26 miliar, yang membuat Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia.
Kenapa Tawarannya Begitu Murah?
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan, porsi saham mayoritas milik keluarga Low kemungkinan dijual dengan diskon besar karena free float BYAN yang sangat terbatas dan volume perdagangan yang tipis. Kondisi ini membuat harga saham di pasar cenderung lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Selain itu, prospek jangka panjang batu bara termal dinilai suram seiring peralihan dunia ke energi bersih. Pemerintah Indonesia juga memberlakukan kuota produksi yang membatasi aktivitas para pemain tambang, dan Bayan termasuk yang paling terdampak pemangkasan kuota tersebut.
Pembayaran tawaran ini kemungkinan tidak sekaligus, melainkan bertahap.
Siapa Haji Isam dan Apa Motifnya?
Haji Isam (49 tahun) adalah konglomerat asal Kalimantan yang juga menjadi salah satu penyandang dana terbesar dalam kampanye Presiden Prabowo Subianto pada 2024. Melalui PT Jhonlin Group, ia sudah menjadi salah satu pemain besar di industri batu bara Indonesia. Tahun ini saja, Jhonlin meminta kuota produksi sekitar 60 juta ton.
Jika transaksi berhasil, Haji Isam akan menjadi pengusaha batu bara terbesar di Asia Tenggara.
Status Negosiasi
Pembicaraan masih berlangsung dan belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai. Baik perwakilan Haji Isam, Bayan Resources, maupun keluarga Low belum memberikan komentar resmi.
Salah satu sumber menyebut, jika semua pihak menyepakati syaratnya, transaksi bisa rampung sebelum akhir tahun. Haji Isam kemungkinan akan mendapat dukungan pendanaan dari bank-bank milik negara.
Sebagai gambaran, Bayan Resources menjual sekitar 68 juta metrik ton batu bara tahun lalu dengan pendapatan sekitar US$3,4 miliar. Perusahaan ini juga mengoperasikan sejumlah pelabuhan strategis di Indonesia.
Tawaran Haji Isam ini jelas menjadi salah satu drama bisnis paling menarik di industri batu bara Indonesia saat ini: tawaran diskon 80% untuk aset sekelas Bayan Resources. Apakah keluarga Low akan menerima, atau tawaran ini hanya menjadi pembuka negosiasi yang lebih panjang. Idn
